PENGERTIAN

Selasa, 22 November 2016

Perkembangan Sepak Bola di Indonesia

Olahraga sepak bola mulai dikenal masyarakat pribumi pada era penjajahan Belanda. Saat itu, banyak bangsa penjajah yang datang ke Indonesia untuk melakukan kerjasama bilateral bidang perdagangan. Salah satu bangsa yang ikut datang ke nusantara dengan misi perdagangan adalah bangsa Cina. Diluar aktivitas perdagangan di nusantara, ternyata Bangsa Cina ikut memperkenalkan permainan sepak bola yang terkenal dengan kulit bundar ini. Dengan peran ganda itulah, Bangsa Cina bisa leluasan menunjukkan keberadaannya terutama untuk keuntungan misi perdagangannya.

Melalui permainan sepak bola inilah, Bangsa Cina mendapatkan pengaruh yang besar di Indonesia. Terbukti dengan terbentuknya organisasi bagi klub sepak bola olah warga keturunan cina pada tahun 1915. Inilah cikal bakal unjng tombak yang mengawali terbentuknya klub sepak bola di Nusantara (dulu Hindia Belanda).

Kemudian pada tahun 1930-an, organisasi sepak bola mulai muncul berdasarkan suku bangsa. Organisasi tersebut yang berdiri diantaranya adalah Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) pada tahun 1936 milik bangsa Belanda namun sebelumnya bernama Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB), Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) milik seorang berketurunan Tionghoa, sedangkan milik bumiputra bernama Persatuan Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI).

Pada mulanya, keberadaan PSSI dipandang sebelah mata oleh sepak bola orang-orang belanda. Berkat peristiwa kekalahan yang dialami oleh SIVB (kalau tidak salah sekarang Persebaya Surabaya) yang memakai bintang-bintang dari NIVB kalah melawan VIJ (kalau tidak salah sekarang Persija Jakarta) dengan skor 2-1, akhirnya pada 15 Januari 1973 NIVU mengajak kerjasama dengan PSSI dengan penandatanganan Gentlemen’s Agreement. Sehingga dengan adanya penandatangan tersebut Belanda mengakui keberadaan PSSI secara de facto dan de jure. Sekaligus menyatakan PSSI dan NIVU sebagai pucuk organisasi sepak bola di Hindia Belanda, sebagaimana dilansir Wikipedia.

Pada tahun 1938 PSSI yang diketuai membatalkan perjanjian Gentlemen’s Agreement secara sepihak saat Kongres di Solo. Hal ini di latarbelakangi oleh pelanggaran perjanjian yang dilakukan oleh NIVU soal tim untuk dikirim ke Piala Dunia yang diselenggarakan di Perancis. NIVU secara sepihak memberangkatkan tim bentukannya sendiri ke Piala Dunia. Padahal di dalam perjanjian disebutkan bahwa seleksi tim dilakukan dengan dilakukan pertandingan antara NIVU versus PSSI. Pada saat itu PSSI memiliki tim yang sangat kuat. Ketangguhan PSSI mulai terkenal ketika menahan imbang 2-2 tim Nan Hwa milik Tionghoa. Padahal sebelumnya, Nan Hwa mengalahkan NIVU sebanyak 4-0 tanpa balas.

Meskipun demikian, era 1938 merupakan pertama kalinya Indonesia mengikuti Piala Dunia. Setelah bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, sepak bola tanah air dikontrol secara penuh oleh PSSI yang berubah nama menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Saat ini PSSI tercatat sebagai angota Konfederasi Sepak Bola Asia.


Sumber: wikipedia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar